| Jenis | Pelaksanaan | Keterangan |
|---|---|---|
| Mitoni | . Berasal dari kata "pitu" (tujuh), upacara ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan kelancaran persalinan bagi sang ibu dan jabang bayi. Rangkaian acaranya meliputi siraman air tujuh sumber, brojolan, ganti busana tujuh kali, dan jualan dawet | |
| Slametan | Acara ini bertujuan memohon keselamatan, kelancaran rezeki, serta sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Praktiknya dilakukan dengan mengundang kerabat dan tetangga untuk makan bersama. | |
| Slametan | ||
| Bersih desa/dusun | Tradisi ini juga dimaknai sebagai upaya spiritual dan fisik untuk membersihkan lingkungan serta menolak bala atau roh jahat. | |
| Ruwatan | Praktik ini sering dilakukan melalui pertunjukan wayang kulit khusus (Wayang Ruwatan) dan ritual siraman (mandi kembang). | |
| Pernikahan | Perkawinan dianggap sah dan diakui secara hukum apabila dilakukan menurut hukum agama masing-masing dan dicatatkan sesuai peraturan perundang-undangan. | |
| Tedhak Siten | Upacara "turun tanah" atau "mudun lemah" ini biasanya dilaksanakan saat anak berusia 7 lapan (sekitar 8 bulan kalender Masehi), ketika ia mulai belajar berjalan | |
| Kematian | biasanya sebelum dimakiamkan si jenazah diadakan upacara kematian atau orang jawa ada acara layatan | |
| Larung Sesaji | ||
| Angon Putu | ||
| Bertani | Praktik ini mencakup seluruh siklus, mulai dari persiapan tanah, pembibitan, pemupukan, pengendalian hama, hingga pemanenan dan distribusi |