Menuju Generasi Sehat: Pentingnya Edukasi Makanan Sehat Guna Pencegahan Stunting

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) bahwa angka prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 27,7%. Sedangkan pada tahun 2023 menunjukkan persentase stunting di Indonesia menurun menjadi 17,8%. Prevalensi stunting dalam 5 tahun terakhir ini terus menurun, akan tetapi permasalahan stunting harus segera diatasi sesuai dengan target penurunan stunting yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia yaitu 14% pada tahun 2024.
 
Stunting merupakan gambaran status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Berdasarkan World Health Organization (WHO) bahwa dikatakan stunting apabila nilai z-score tinggi badan menurut usia (TB/U) atau panjang badan menurut usia (PB/U) kurang dari – 2 standar deviasi (SD). Stunting berisiko dapat menurunkan potensi perkembangan anak yang terjadi pada sekitar 155 juta anak di seluruh dunia. Stunting juga dapat berdampak terhadap perkembangan motorik dan verbal, peningkatan penyakit degeneratif, serta peningkatan kejadian kesakitan dan kematian.
 
Dalam mencegah terjadinya peningkatan angka stunting pada bayi dan balita, mahasiswi Kerja Kuliah Nyata (KKN) Tim 1 Universitas Diponegoro 2023/2024 atas nama Netanya Shafira mengajukan program monodisiplin berupa Edukasi Pencegahan Stunting dalam kegiatan Makanan Sehat Cegah Stunting. Edukasi tersebut membahas mengenai pengenalan terhadap stunting, prevalensi stunting di Indonesia, ciri-ciri anak stunting, penyebab dan dampak stunting, pentingnya 1000 hari kehidupan pertama, dan pencegahan stunting. Pada kegiatan ini, metode yang digunakan adalah pemberian materi secara langsung menggunakan media powerpoint.
 
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 28 Januari 2024 di Kantor Balai Desa Daleman. Kegiatan edukasi ini dihadiri oleh tiga orang perwakilan kader posyandu dan lima orang ibu-ibu yang berisiko memiliki anak stunting. Kegiatan ini didukung dan disambut dengan sangat baik, hal ini ditunjukkan bahwa peserta memiliki antuasisme dalam memperhatikan selama penyampaian berlangsung.
 
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu yang memiliki anak berisiko stunting dan kader posyandu dapat meningkatan pengetahuan dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi bayi dan balita guna mencegah terjadinya stunting.
 
Penulis: Netanya Shafira Khairunnisa Rizal
 
Dosen Pembimbing :
1. Dr. Techn. Asep Muhamad Samsudin, S.T., M.T.
2. Ir. Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D., IPM.
3. Dr. Dra. Nurhayati, M.Si.